Skip to content

Arah Program kerja

ARAH PROGRAM KERJA

Terdapat lima hal penting yang perlu diantisipasi dalam melakukan metode program penyuluhan penegakan hukum untuk masyarakat, yaitu :

  1. Memberikan gambaran Masa depan, bahwa kenyataan akan sangat berbeda dengan masa kini.
  2. Adanya visi organisasi Rampai Nusantara yang dapat memberikan pedoman bagi masyarakat dalam rangka turut serta aktif dalam program-program Rampai Nusantara.
  3. Strategi dalam menghadapi perubahan tata nilai menjadi perhatian oleh Rampai Nusantara di masa depan, guna menanggulangi perubahan sistemik yang mempengaruhi popularitas Rampai
  4. Perlu strategi yang konkret untuk mewujudkan perubahan yang akan mempengaruhi keorganisasian Rampai Nusantara.
  5. Perlu ketahanan, inovasi dan kreatifitas aparatur Rampai Nusantara untuk kesinambungan program-program terkait penegakan hukum dan Penjelasan lebih detailnya adalah sebagai berikut :
  • Masa depan yang sangat

Rampai Nusantara yang memiliki kreatifitas yang tinggi dan muncul dari dalam Rampai Nusantara itu sendiri (orisinil), peka terhadap kecenderungan perubahan yang mungkin terjadi di masa depan dengan visi yang jelas, akan menjadi pemenang dalam kompetisi. Dalam hal ini Rampai Nusantara menempatkan manusia sebagai asset dan investasi paling penting dan berharga.

  • Perlu adanya visi dalam kegiatan Rampai Nusantara ditinjau dari konteks kekinian.

Salah satu cara bagi Rampai Nusantara untuk memperoleh keunggulan jejaring Rampai Nusantara di masa depan adalah melalui dorongan untuk melakukan inovasi dan peningkatan semangat dan pendekatan kepada calon anggota merupakan visi yang akan memberi arah bagi Rampai Nusantara.

  • Perubahan tata niali

Untuk meningkatkan mutu Rampai Nusantara bukan hanya bertumpu pada; peningkatan teknologi, struktur, sistem dan proses, melainkan lebih memfokuskan kepada pengembangan nilai, yaitu; keadilan, kejujuran, integritas dan saling percaya. Rampai Nusantara yang berorientasi nilai-nilai tersebut pada saat sulit akan termotivasi untuk berkonsolidasi secara saling mendukung bukan menjadi terpecah belah.

  • Strategi yang kongkrit

Strategi merupakan upaya untuk mewujudkan visi menjadi kenyataan. Dalam menentukan strategi secara konkrit, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, diantaranya adalah :

  • Apa yang harus kita kerjakan sekarang?

Prioritas Rampai Nusantara pada bulan-bulan pertama adalah dengan cara melakukan perluasan pengaruh melalui kegiatan pelatihan-pelatihan formal, yang harus diperkenalkan kepada calon anggota. Maka rencana tindak lanjut dari pasca pelatihan menjadi keharusan gerak bagi anggota untuk terus mensyiarkan Rampai Nusantara kepada keluarga, rekan sebaya, dan lingkungan disekitar rumahnya.

  • Kemampuan baru apa yang harus kita kembangkan?

Rampai Nusantara membangun jejaring agar memilki kekuatan gerak, kekuatan tindak dan memiliki daya rubah yang potensial, agar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dengan aksi dan reaksi yang cepat.

  • Kelompok masyarakat baru mana yang harus mulai dipahami kebutuhannya?

Rampai Nusantara perlu melihat potensi bonus demografi, tentunya lonjakan penduduk akan memberikan dampak yang signifikan terhadap perilaku, perubahan budaya yang cepat, seiring dengan perikehidupan baru tentang masyarakat digital yang semakin lama semakin menghilangkan pentingnya komunikasi intrapersonal, interpersonal dan personal. maka adanya kegiatan-kegiatan non-formal dan informal yang diadakan oleh anggota Rampai Nusantara di daerah tempat tinggalnya akan memberikan dampak positif bagi terselenggaranya kehidupan masyarakat dengan saling menghormati satu sama lain, tegur sapa, dan keharmonisan lingkungan dengan pribadi-pribadi saleh dan beriman kepada Allah yang Maha Esa.

  • Jalur distribusi atau jaringan kerja baru mana yang harus mulai digarap ?

Dengan jejaring yang dimiliki oleh Rampai Nusantara, maka tidak boleh dibatasi dengan potensi yang ada. Rampai Nusantara menginginkan adanya jalur distribusi atau jaringan kerja yang selaras dengan kebutuhan tekhnologi, yakni potensi tekhnologi informasi yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan individu dewasa ini.

Jaringan kerja yang terkait dengan perluasan kebutuhan masyarakat yang murah, cepat, dan aman adalah variabel yang tidak bisa lepas dari jejaring Rampai Nusantara.

Jaringan pemberdayaan masyarakat masih diperlukan, mengingat potensinya yang masih bertahan ditengah pandemik Covid-19, tentunya dengan perbaikan-perbaikan manajemen, administrasi dan peningkatan kualitas pemberdayaan agar memiliki daya saing tinggi.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang baik, pada umumnya mensyaratkan adanya proses pendampingan. Ini menjadi penting karena objek pemberdayaan masyarakat adalah masyarakat dengan dinamikanya yang beragam. Fungsi pendampingan adalah untuk memfasilitasi, memotivasi masyarakat serta mengawasi agar kegiatan pemberdayaan sesuai dengan maksud dan tujuan yang dikehendaki.

Program Pemberdayaan yang baik seyogyanya mampu mengakomodir berbagai aspek yang berkembang dan dibutuhkan di masyarakat. Masyarakat memerlukan peningkatan kesejahteraan, namun juga berharap agar dalam pencapaian kesejahteraan tersebut tidak mengorbankan aspek- aspek lain, seperti budaya, keserasian lingkungan, dan jati diri sebagai bagian dari sebuah komunitas. Program Pemberdayaan yang baik juga mampu memunculkan berbagai potensi khas masyarakat, dan mengembangkannya dengan dibantu oleh sistem, alat, atau teknologi baru dan peran pendamping atau fasilitator yang akan mempercepat proses pemberdayaan sehingga bernilai tambah tinggi.

Melalui upaya pemberdayaan, warga masyarakat didorong agar memiliki kemampuan untuk memanfaatkan sumberdaya yang dimilikinya secara optimal serta terlibat secara penuh dalam berbagai aspek pembanguan diwilayahnya mulai tahap perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pelestarian termasuk faktor produksi, ekonomi, dan sosial budaya. Pemberdayaan masyarakat terkait erat dengan faktor internal dan eksternal. Tanpa mengecilkan arti dan peranan salah satu faktor, sebenarnya kedua faktor tersebut saling berkontribusi dan mempengaruhi secara sinergis dan dinamis. Meskipun dari beberapa contoh kasus faktor internal sangat penting sebagai salah satu wujud self-organizing dari masyarakat namun kita juga perlu memberikan perhatian pada faktor eksternalnya

Play Video